Struktur Plat Lantai Beton Full Precast

Posted on

Struktur plat lantai beton full precast adalah sistem pembuatan plat dengan metode seratus persen pracetak, beton di cetak terlebih dahulu kemudian dipasang dilokasi proyek. proses produksi beton pracetak bisa dilakukan di area proyek atau pada lokasi terpisah dengan mempertimbangkan segi pengiriman. ini bisa menjadi salah satu cara untuk mempercepat waktu pelaksanaan pembangunan, setelah sebelumnya kita membahas tentang metode plat half slab, metode plat bondek dan sistem konvensional. Dilihat dari segi biaya juga lebih murah asalkan produksinya dibuat hemat atau membeli dari supplier beton yang tidak menawarkan harga tinggi.

beton-full-precast

Penggunaan produk precast concrete sebagai pelat lantai, relatif sudah banyak dijumpai disini. Dengan digunakan precast maka pemakaian bekisting dan perancah akan berkurang drastis sehingga dapat menghemat waktu pelaksanaan. Salah satu produk precast untuk lantai adalah adalah precast hollow core slab.

Sistem precast hollow core slab menggunakan sistem pre-tensioning dimana kabel prategang ditarik terlebih dahulu pada suatu dudukan khusus yang telah disiapkan dan kemudian dilakukan pengecoran. Oleh karena itu pembuatan produk precast ini harus ditempat fabrikasi khusus yang menyediakan dudukan yang dimaksud. Adanya lobang dibagian tengah pelat secara efektif mengurangi berat sendirinya tanpa mengurangi kapasitas lenturnya. Jadi precast ini relatif ringan dibanding solid slab bahkan karena digunakannya pre-stressing maka kapasitasnya dukungngya lebih besar.

Keberadaan lobang pada slab tersebut sangat berguna jika diaplikasikan pada bangunan tinggi karena mengurangi bobotnya lantai. Bayangkan saja, untuk solid slab, tebal 120 mm saja maka beratnya adalah sekitar 288 kg/m2 hampir sama dengan berat beban hidup rencana untuk kantor yaitu 300 kg/m2. Padahal kontribusi kekuatan pelat hanya untuk mendukung pembebanan tetap saja (DL + LL). Bahkan karena beratnya tersebut akan menjadi penyumbang utama besarnya gaya gempa. Jadi jika berat lantai berkurang maka beban gempa rencananya juga kurang. Dengan demikian penggunaan lantai precast yang ringan juga mengurangi resiko bahaya gempa.

Kekurangan metode plat lantai beton full precast

  1. Pengerjaanya sangat tergantung dengan alat berat, perlu diperhitungkan apakah beton pracetak tersebut masih aman jika diangkat dengan alat berat (misalnya tower crane atau mobil crane).
  2. Jika lokasi proyek berada di perkotaan, dan beton precast diproduksi di area terpisah maka ada kemungkinan proses pengiriman hanya boleh dilakukan pada malam hari atau jam-jam tertentu, padahal belum tentu pada saat material datang bisa langsung dipasang, kondisi ini memerlukan pengaturan stock penyimpanan sementara.

Kelebihan metode plat lantai beton full precast

  1. Waktu pengerjaanya cepat karena bisa dipabrikasi lebih awal dan tinggal merangkai di lokasi proyek.
  2. Hemat biaya bekisting plat lantai. mengurangi penggunaan kayu, plywood, perancah scaffolding dll yang seharusnya tersedia jika menggunakan metode konvensional.
  3. Hasil pekerjaan lebih rapi karena tidak ada plin akibat pertemuan sambungan bekisting plywood.
  4. Karena tidak menggunakan kayu, maka telah menjalankan program green building dalam rangka menjaga kelestarian bumi.

Urutan pengerjaan

  • Pembuatan shop drawing plat lantai.
  • Produksi plat beton precast.
  • Pemasangan bekisting kolom, cor kolom dan bongkar bekisting.
  • Pemasangan bekisting dan pembesian balok, pemasangan perancah plat lantai.
  • Pemasangan plat beton precast diatas balok.
  • Cor balok dan plat lantai diatas balok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *