Desain Jembatan dari Beton Bertulang

Posted on

Desain Jembatan dari Beton Bertulang. Jembatan merupakan salah satu bentuk konstruksi yang berfungsi meneruskan jalan melalui suatu rintangan. Seperti sungai, lembah dan lain-lain sehingga lalu lintas jalan tidak terputus olehnya.

Syarat dan Bentuk Jembatan

Pemilihan bentuk jembatan sangat dipengaruhi oleh kondisi dari lokasi jembatan tersebut. Pemilihan lokasi tergantung medan dari suatu daerah dan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerah dengan kata lain  bentuk dari konstruksi jembatan harus layak dan ekonomis.

Perencanaan konstruksi jembatan berkaitan dengan letaknya. Oleh beberapa ahli menentukan syarat-syarat untuk acuan dari suatu perencanaan jembatan sebagai berikut :

  • Letaknya dipilih sedemikian rupa dari lebar pengaliran agar bentang bersih jembatan tidak terlalu panjang.
  • Kondisi dan parameter tanah dari lapisan tanah dasar hendaknya memungkinkan perencanaan struktur pondasi lebih efesien.
  • Penggerusan ( scow-ing ) pada penampang sungai hendaknya dapat diantisipasi sebelumnya dengan baik agar profil saluran di daerah jembatan dapat teratur dan panjang.

Dari syarat-syarat tersebut diatas telah dijelaskan bahwa pemilihan penepatan jembatan merupakan salah satu dari rangkaian system perencanaan konstruksi jembatan yang baik, namun demikian aspek–aspek yang lain tetap menjadi bagian yang penting, misalnya saja system perhitungan konstruksi; penggunaan struktur ataupun mengenai system nonteknik seperti obyektifitas pelaksana dalam merealisasikan jembatan tersebut.

 

contoh-jembatan-beton
Ilustrasi Jembatan Beton

Berikut ini ada contoh desain jembatan sederhana dari beton bertulang untuk lebar sungai 3m beserta hitungan kebutuhan material besi dan beton. penggunaan beton sebagai jembatan sangat banyak diminati karena awet, mudah dalam pemeliharaan serta murah. berbeda jika menggunakan baja yang memerlukan pengecatan atau kayu yang beresiko lapuk serta dimakan rayap. o.k beginilah gambaran tentang struktur jembatan bentang tiga meter.

Spesifikasi material jembatan beton bertulang

  1. Struktur pondasi beton bertulang tebal 25 cm, kenapa tidak pakai pasangan batu kali? boleh saja memakai batu kali, tapi disini kita pakai beton dengan pertimbangan agar lebih tahan terhadap pengikisan akibat aliran sungai.
  2. Balok beton 2 buah dikedua sisi luar, ukuran balok 20cm x 40cm dengan besi tulangan pokok 8 D 12, begel D10- 200.
  3. Plat lantai beton tebal 15cm, memakai besi tulangan D12 jarak 20 cm dua lapis atas bawah.
  4. Bekistingnya memakai perancah kayu dan plywood tebal minimal 8mm.
  5. Kualitas beton minimal K300.

Kebutuhan material besi dan beton untuk membuat jembatan bentang 3m, lebar 3m, kedalaman sungai 3m

Pondasi jembatan 3m x 3m tebal 15 cm

  • Beton K300 = 2bh x 3m x 3m x 0,15m = 2,7 m3.
  • Besi D12-200 = 2bh x (3m/0,2 x 3m x 2 lapis x 2 arah) = 360m, jumlah batang = 180m/12 = 30btg.

Balok 20cm x 40cm, besi 4D12, dan begel D10-200

  • Beton = 2bh x 0,2 x 0,4 x 3m = 0,48 m3
  • Besi tulangan pokok = 2bh x 8bh x 3m = 48 m. jumlah batang = 48/12 = 4btg.
  • Besi begel D10-200 = 2bh x (3m/0,2m) = 30bh, panjang 1 begel = 0,35+0,35+0,15+0,15+0,05+0,05 = 1,3m. total kebutuhan panjang besi D10 = 30bh x 1,3m = 39m, jumlah batang = 39/12 = 6,5 dibulatkan 7 btg.

Plat lantai 3m x 3m tebal 15cm, besi D12-200 , dua arah dua lapis

  • Beton K300 = 3m x 3m x 0,15 = 1,35m3.
  • Besi D12-200 = 3m/0,2 x 3m x 2 lapis x 2 arah = 180 m, jumlah batang = 180m/12 = 15btg.

Jadi kebutuhan besi dan betonya adalah

  • Beton = 2,7m3 + 0,48m3 + 1,35m3 = 4,53 m3.
  • Besi D12 = 30btg + 4btg + 15btg = 49 btg.
  • Besi D10 = 7btg, atau besi begel 0,15cm x 0,35 sebanyak 30bh.

Related Ilmu Teknik:
soal jembatan pilihan ganda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *