Media Pendingin Mesin Gerinda

Posted on

 

Media pendingin pada Mesin Gerinda biasa disebut collant. Collant ini berupa cairan yang disemprotkan mesin pada benda kerja yang digerinda, dan pada batu gerinda.

Cairan pendingin mempunyai kegunaan yang khusus dalam proses pemesinan. Selain untuk memperpanjang umur pahat, cairan pendingin dalam beberapa kasus, mampu menurunkan gaya dan
memperhalus permukaan produk hasil pemesinan. Selain itu, cairan pendingin juga berfungsi sebagai pembersih/pembawa beram (terutama dalam proses gerinda) dan melumasi elemen pembimbing (ways) mesin perkakas serta melindungi benda kerja dan komponen mesin dari korosi.

Bagaimana cairan pendingin itu bekerja pada daerah kontak antara beram dengan pahat, sebenarnya belumlah diketahui secara pasti mekanismenya. Secara umum dapat dikatakan bahwa peran utama cairan pendingin adalah untuk mendinginkan dan melumasi. Pada mekanisme pembentukan beram, beberapa jenis cairan pendingin mampu menurunkan Rasio Penempatan Tebal Beram yang mengakibatkan penurunan gaya potong. Pada daerah kontak antara beram dan bidang pahat terjadi gesekan yang cukup besar, sehingga adanya cairan pendingin dengan gaya lumas tertentu akan mampu menurunkan gaya potong. Pada proses penyayatan, kecepatan potong yang rendah memerlukan cairan pendingin dengan daya lumas tinggi sementara pada kecepatan potong tinggi memerlukan cairan pendingin dengan daya pendingin yang besar (high heat absorptivity).

Pada beberapa kasus, penambahan unsur tertentu dalam cairan pendingin akan menurunkan gaya potong, karena bisa menyebabkan terjadinya reaksi kimiawi yang berpengaruh dalam bidang geser (share plane) sewaktu beram terbentuk. Beberapa peneliti menganggap bahwa sulfur (S) atau karbon tetraklorida (CCI4) pada daerah kontak (di daerah kontak mikro) dengan temperatur dan tekanan tinggi akan bereaksi dengan besi (benda kerja) membentuk FeS atau FeCI3 pada batas butir sehingga
mempermudah proses penggeseran metal menjadi beram.

Pada proses gerinda, cairan pendingin mampu membantu pembersihan beram yang menempel di rongga antara serbuk abrasif, sehingga mempermudah kelangsungan proses pembentukan beram. Dengan cairan pendingin temperatur tinggi yang terjadi di lapisan luar benda kerja bisa dikurangi, sehingga tidak merusak struktur metalografi benda kerja. Proses kimiawi diperkirakan juga terjadi dalam proses gerinda, oleh karena itulah cairan pendinginnya ditambahi beberapa unsur.

Dari ulasan singkat di atas dapat disimpulkan bahwa Cairan Pendingin jelas perlu dipilih dengan seksama sesuai dengan jenis pekerjaan. Beberapa jenis cairan pendingin akan diulas pada sub bab pertama berkaitan dengan klasifikasi cairan pendingin dan garis besar kegunaannya. Pemakaian cairan pendingin dapat dilakukan dengan berbagai cara (disemprotkan, disiramkan, dikucurkan, atau dikabutkan) akan dibahas kemudian dan dilanjutkan dengan pengaruh cairan pendingin pada proses pemesinan.

1) Tujuan pedinginan :

  • Mendinginkan panas yang timbul pada benda ke
  • Membersihkan permukaan batu gerinda dari kotoran yang mene

2) Syarat-syarat pendinginan :

  • Mampu menyerap panas dengan baik b) Tidak mudah panas.
  • Mempunyai tingkat kekentalan rendah (viscositas rendah)
  • Tidak mengandung asa

3) Jenis-jenis pendingin :

a) Soluble oil

Oli tambang dengan bahan tambah, bila dicampur dengan air akan terbentuk suatu campuran yang berwarna putih seperti susu. Tipe oli yang ditemukan dipasaran, Dromus D dan E produksi SHELL.

b) Pendingin campuran kimia

Campuran kimia yang mengandung sodium nitrite, triethanolamine dan sodium mercaptobenzothiazole. Pendingin ini mempunyai keseimbangan yang baik, pelindung karat yang baik dan mempunyai sifat tembus pandang. Contoh : BP, ENERGOL GF15.

4) Cara-cara pendinginan yang baik :

  1. Posisi nozle harus dapat diatur sehingga cairan pendingan dengan tepat menyemprot pada benda kerja dan alat
  2. Sirkulasi dan sistem penyaringan pendingin harus dapat menjamin keseimbangan cairan

Keselamatan kerja gerinda

Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan agar dalam melakukan pengerjaan gerinda aman. Maksud aman di sini aman bagi operator mesin dan Mesin Gerinda itu sendiri.

  1. Periksa batu gerinda apakah ada retakan sebelum dipasang.
  2. Lakukan pengetesan batu gerinda untuk kesenteran sumbunya.
  3. Lakukan uji coba putaran sebelum digunakan.
  4. Jangan melebihi kecepatan putar yang diijinkan.
  5. Gunakkan kacamata pengaman.
  6. Saat menggerinda pada gerinda duduk, dudukan benda kerja harus berjarak 2 mm dari batu gerinda, jika tidak benda kerja akan masuk diantara dudukan dan batu gerinda sehingga dapat merusak batu gerinda.
  7. Selama melakukan penggerindaan kering, beram harus disingkirkan.
  8. Jangan membuka tutup pengaman.
  9. Jangan menyentuh batu gerinda yang berputar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *