Batu Gerinda

Posted on

Berikut ini kita akan mengupas tentang jenis batu gerinda … mari kita simak dibawah ini ,

Label batu gerinda yang menempel pada batu gerinda berisi :

  1. Jenis bahan asah
  2. Ukuran butiran asah
    1. Yang dimaksud dengan susunan butiran asah adalah jarak antar butiran asah yang terdapat pada suatu batu gerinda.
    2. Dengan ukuran butiran yang sama dapat disusun dengan jarak yang berbeda-beda : renggang, sedang, dan rapat.
    3. Agar tidak keliru dalam penggunaannya, serta untuk memudahkan dalam pengecekan, maka ukuran kereng- gangan itu ditunjukkan dengan kode nomor. Nomor berkisar 0 s. d. 12, untuk menunjukkan dari tingkat rapat (0) sampai tingkat renggang (12).
  3. Tingkat kekerasan
  4. Susunan butiran asah
  5. Jenis bahan perekat

Jenis Bahan Perekat

  1. Perekat Tembikar/Vitrified-bond Perekat ini paling banyak digunakan dalam pembuatan batu gerinda, yakni hampir 80 % batu gerinda dibuat dengan perekat ini. Bahan dasar perekat ini adalah keramik tanah liat dan mempunyai sifat tidak mudah berubah walaupun ada pengaruh dari luar, seperti, air,oli, atau perubahan suhu udara sehari – hari. Semua perekat tembikar tidak fleksibel, artinya tidak tahan benturan, maka Batu gerinda potong tidak dibuat dengan perekat ini. Keistimewaan batu gerinda ini adalah tahan terhadap air, oli asam, dan panas.
  2. Perekat Silikat/Silicat-bond Digunakan untuk membuat batu gerinda yang kegunaannya mengasah benda kerja yang sensitif terhadap panas, misalnya pisau frais, bor, dan pahat HSS. Perekat jenis ini mudah melepaskan butiran.
  3. Perekat Bakelit/Resinoid-bondDipakai untuk pembuatan batu gerinda dengan kecepatan tinggi, sangat cocok untuk penggerindaan baja, tuangan, mengasah gergaji, dan pembuatan gigi gergaji. Karena perekat ini mempunyai sifat fleksibilitas tinggi, maka banyak digunakan untuk pembuatan batu gerinda tipis sampai ketebalan 0.8 mm. Perekat ini diberi kode huruf B.
  4. Perekat Karet/Rubber-bondPerekat karet mempunyai elastisitas tinggi dan diberi kode huruf R. Perekat ini dipakai   untuk pembuatan batu gerinda yang digunakan untuk pekerjaan presisi atau pun kasar. Contoh untuk penggerinda poros engkol dan pembuangan bekas pengelasan bahan stainless. Perekat ini juga dapat dipakai untuk pembuatan batu gerinda potong, karena daya elastisnya memenuhi syarat untuk batu gerinda tipis.
  5. Perekat Embelau/Shellac-bond Diberi kode E, digunakan untuk pekarjaan presisi dan permukaan sangat halus lebih halus dari perekat bakelit, ketahanan terhadap panas rendah, dan dapat dibuat tipis. Contoh untuk penggerinda nok, rol kertas, dll.
  6. Perekat logam/metal-bond Digunakan untuk mengikat butiran pemotong Boron Nitride dan intan. Bronz + butiran = Galvanis

Contoh :

Label/identitas RG 38 A 36 L 5 V BE, artinya :

38 = Kode pabrik

A   = Jenis bahan asah

A – Aluminium Oxide C – Silisium Carbida D – Diamon

36 = Ukuran butiran asah
L = Tingkat kekerasan
5 = Susunan butiran asah
V = Jenis bahan perekat
V – Vitrified           S – silicate
R – Rubber           B – Resinoid E – Shellac

Jadi RG dengan label 38 A 36 L 5 V BE adalah sebuah batu gerinda dengan bahan asah oksida alumunium, berukuran

36 butir per inchi, mempunyai susunan sedang, perekat tembikar

contoh soal pemesinan gerinda !

  1. dalam suatu proses pemesinan salah satu operator mesin akan menggerinda sebuah material logam dan menggunakan batu gerinda berlabel RG 37 C L 5 B R , arti dari label batu gerinda tersebut adalah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *