Aturan-aturan Kerja pada Pengencangan Mata Bor

Posted on

Aturan-aturan kerja pada pengencangan mata bor. Bor dengan gagang silindris pada umumnya dibuat sampai garis tengah 16 mm. Model khusus dengan lidah pembawa untuk gaya puntir yang lebih besar hanya cocok untuk kepala bor yang sesuai, ia tidak dapat berputar di dalam kepala bor, sehingga dengan demikian gagang dan dagu penjepit lebih awet. Bor dengan gagang segi empat digunakan untuk mesin bor tangan (uliran bor, palang bor, dan sebagainya).

pengencangan-mata-bor

Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan). Sedangkan Pengeboran adalah operasi menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam lembaran kerja dengan menggunakan pemotong berputar yang disebut BOR.

 Aturan-aturan kerja pada pengencangan mata bor.

  1. Perhatikan pengencangan mata bor yang benar. Hanya bor yang tidak goyah dan duduk erat, memberi jaminan kerja yang tepat dan bersih. Jika bor tidak duduk dengan erat di dalam kepala bor, maka ia dapat macet di dalam benda kerja yang dibor atau terbawa disertai kejutan – bahayanya bisa patah! Jika hal ini terjadi, maka gagang bor tergesek dan terbentuk tarikan yang merupakan penyebabkenyataan bahwa bor tidak dapat lagi dikencangkan tepat senter, ia bergetar, memberi lubang yang tidak tepat, dan seterusnya.
  2. Bor dengan gagang silindris harus ditancapkan sampai menumpu pada dasar kepala bor. Jika ia tidak menyentuh dasar, pada saat pemboran ia akan bergeser ke arah sumbu. Akibatnya, ukuran kedalaman lubang bor tidak tepat, bor terpeleset, tersangkut, dan patah
  3. Kepala penjepit harus dibersihkan dari waktu ke waktu, diperbaiki dan bila perlu diganti. Pengerjaan dengan kepala bor yang rusak tidak dibolehkan.
  4. Bor dengan gagang kerucut. Gagang kerucut dan kerucut dalam harus bersih. Tidak boleh terdapat serpih, lekukan, debu, minyak atau gemuk pada gagang atau kerucut dalam, karena hal ini dapat mengakibatkan bergetarnya atau terpelesetnya bor.
  5. Selubung reduksi. Biasanya tidak boleh dipasangkan lebih dari dua selubung bertumpukan karena dapat mengakibatkan bergetarnya bor dan tidak bundar putarannya. Periksa setelah pengencangan apakah bor berputar tepat bundar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *