Memilih Jurusan Kuliah

Posted on

Cara Tepat Memilih Prodi atau Jurusan Kuliah. Bagi kita yang akan melanjutkan ke jenjang perkuliahan atau perguruan tinggi, sudahkah menentukan pilihan prodi (program studi) atau jurusan yang TEPAT dan CERDAS?

Berikut ini tips yang dirangkum dari pengalaman banyak orang/mahasiswa yang berasal dari A) berbagai prodi/jurusan, B) berbagai perguruan tinggi, C) berbagai angkatan, dan D) yang belum lulus dan yang sudah lulus (bekerja).

Namun sebelum melakukan tips tersebut, coba kenalilah diri sendiri. Kita termasuk kelompok yang mana?

  1. Tahu bakat/karakternya, sudah menentukan pilihan prodi, dan sudah tahu profesi/pekerjaan-nya di masa depan.
    b. Tahu bakat/karakternya, bingung milih prodinya (ada beberapa opsi pilihan prodi).
    c. Tahu bakat/karakternya, bingung milih prodinya (tidak punya opsi pilihan prodi).
    d. Tidak tahu bakat/karakternya, sudah menentukan pilihan prodi.
    e. Tidak tahu bakat/karakternya, bingung milih prodinya (ada beberapa opsi pilihan prodi).
    f. Tidak tahu bakat/karakternya, bingung milih prodinya (tidak punya opsi pilihan prodi).

Kalau kita termasuk di kelompok a, maka beruntunglah kita karena kita sudah lebih fokus dan yakin melangkah. Lalu bagaimana dengan kelompok b sampai dengan f? Semakin ke bawah kelompoknya, maka semakin besar tantangan yang kita hadapi, karena ketidakpastiannya semakin besar.

memilih_bisnis

Bagaimana caranya berubah menjadi (kelompok) a ?

Berikut ini 14 Langkah yang bisa dilakukan. Tips ini diperuntukkan bagi semua orang di kelompok a sampai dengan f. Tujuannya adalah, jangan sampai menyesal di tengah jalan ketika kita salah memilih prodi/jurusan.

  1. DEFINISIKAN APA BAKAT KITA?

Definisikan BAKAT kita dan hal-hal yang membuat kita bahagia serta nyaman ketika melakukannya/mengalaminya. Biasanya kita akan memulainya dari: “Aku suka mata pelajaran hitungan, karena aku tidak suka hafalan”, atau “Aku tidak suka matematika, apalagi fisika, karena banyak hitungannya”. Hati-hati … Jangan-jangan kita bukan tidak suka mata pelajarannya, tapi cenderung tidak suka sama gurunya, atau metode penyampaian guru di kelas, atau hal-hal lain yang sifatnya sangat pribadi. Itu bukan tidak suka, tapi TRAUMA (ringan/sedang/berat), dan trauma bisa diobati. Tapi ketika kita nyaman dengan sesuatu, jangan memaksakan diri sendiri untuk “mengakui” yang bukan menjadi kesukaan kita.

  1. KAITKAN DENGAN HOBI KITA?

Lebih dalam lagi kita bisa menggali dari HOBI kita yang bisa dikaitkan dengan pilihan prodi. Misalnya, kita senang mendesain yang dituangkan ke dalam gambar. Atau kita menyukai hal-hal tentang kepemimpinan di organisasi. Atau kita menyukai hal-hal tentang mesin (harus bisa membedakan antara mesin otomotif, mesin produksi, mesin desain, dsb). Atau kita senang mengajar, atau mendesain sesuatu, atau menulis artikel, dan lain-lain.

  1. TENTUKAN KARAKTER KITA, LEBIH KUAT KE ANALISA/TEORI atau SKILL/KETRAMPILAN MOTORIK?

Karakter kita lebih kuat di bidang analisa/teori atau di bidang skill motorik? Menimbang dan memilih prodi-prodi Sarjana (S1), Diploma-4 (D4) dan Diploma-3 (D3) harus dipertimbangkan masak-masak dan cerdas. Jangan sampai memaksakan diri ke arah yang bukan menjadi kekuatan atau karakter kita. Kuliah di prodi S1 memang lebih banyak kearah analitis dan teoritis. Kalau di prodi Diploma 3 atau 4, lebih banyak praktek untuk pengembangan skills-nya. Ketiga-tiganya memiliki keunggulan masing-masing, tinggal kita lebih cocok yang mana. Prodi D4 itu setara S1, maka sering disebut “S1 Terapan” dan bisa langsung melanjutkan ke jenjang S2. Prodi-prodi S1 biasanya masih menjadi pilihan pertama, tapi jangan sampai tidak tahu bahwa lulusan D3 dan D4 sangat cepat terserap di dunia kerja saat ini. Mengingat kebutuhan pasar kerja dunia saat ini mulai cenderung kea rah vokasional (D3/D4/S2 Terapan). Satu lagi, pertimbangan kondisi kesehatan kita harus disesuaikan dengan pemilihan prodi. Misalnya bagi yang mengalami buta warna disarankan jangan masuk ke prodi-prodi seperti Teknik Mesin. Kedapannya harus bisa membedakan mesin produksi dan mesin hasil produksi

  1. SEBUTKAN APA SAJA PROFESI PEKERJAAN DI DUNIA INI.

Luaskan pengetahuan kita tentang informasi berbagai jenis PROFESI PEKERJAAN. Agar kita menjadi semakin objective, kita jangan hanya tahu jenis pekerjaan yang sering kita dengar sejak kecil. Misal, jadi dokter, jadi pilot, jadi guru, jadi tentara, dan sebagai. Dalami informasi profesi-profesi lain seperti: Menjadi banker atau akuntan, menjadi dokter gigi atau dokter hewan, menjadi peneliti di pusat penelitian. Menjadi marketing, salesman alat berat yang fee omzet-nya bisa mencapai ratusan juta rupiah per bulan, begitu pula penjual asuransi besar yang pendapatannya juga bisa mencapai ratusan juta rupiah perbulan. Menjadi guru/dosen yang saat ini juga mendapatkan tunjangan sertifikasi dosen dan tunjangan guru relatif besar. Bekerja di BUMN (Wika, Adhi Karya, Waskita Karya) sebagai engineer, akuntan, dsb. Di bidang perikanan dan maritime, mengingat Jokowi berancang-ancang menjadikan Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia, yaitu menjadi penyelam bersertifikasi internasional, yang tarif-nya mencapai minimal USD 500 per-jam, dan bisa bekerja di berbagai negara (tambang, peneliti dan sebagainya).

Bekerja di tambang batu bara. Bekerja di tambang minyak lepas pantai yang jarang berkumpul keluarga tapi gajinya luar biasa besar. Menjadi politikus atau pengamat politik yang hkital. Menjadi pengacara, jaksa atau hakim. Profesi di bidang hukum saat ini menjadi favorit di USA dan negara-negara maju, mengingat makin kompleksnya permasalahan di era global. Menjadi notaris yang laris. Menjadi diplomat di berbagai negara dengan gaji US$. Menjadi penerjemah bahasa di perusahaan asing. Menjadi guide untuk pariwisata dengan tarif US Dollar. Menjadi pemain saham sukses dengan keuntungan milyaran Rupiah per tahun. Menjadi engineer di perusahaan industry otomotif. Menjadi manajer sebuah perusahaan Start-Up. Menjadi programmer yang sukses menjual aplikasi Android-nya ke jutaan orang. Memiliki website portal yang banyak dikunjungi orang, sehingga banyak perusahaan besar ingin memasang iklan di website kita. Memiliki rumah makan yang beromset ratusan juta per bulan.

Menjadi operator/sopir alat berat tambang batu bara dengan gaji belasan juta rupiah per bulan. Menjadi musisi yang sukses. Memiliki industry kecil dengan beberapa mesin CNC dan mesin bubut, mensuplai komponen-komponen ke perusahaan besar (misalnya Astra Daihatsu, Astra Otopart, dsb). Memiliki perusahaan digital printing. Memiliki tempat karaoke keluarga. Bekerja mengelola hutan-hutan di Kalimantan. Bekerja di rumah sakit sebagai perawat, atau di bidang Rekam Medis. Bekerja sebagai bidan yang membantu proses kelahiran ratusan ibu hamil per bulan. Bekerja sebagai perawat yang dikirim ke Jepang. Bekerja sebagai buruh di perusahaan di Jepang. Bekerja sebagai sekretaris di perusahaan besar. Bekerja sebagai ahli arsip. Menjadi fotografer terkenal dengan karya-karya besar. Memiliki Photo Studio yang beromzet ratusan juta rupiah perbulan. Menjadi ahli benda purbakala dan sejarah sehingga bisa mengajar dan meneliti. Menjadi reporter, wartawan atau pembawa acara. Dan sebagainya … dan sebagainya. Harap diingat, masih banyak profesi lain yang belum dicantumkan disini. Silakan explore lebih jauh. Tips: Carilah info dan bertanya kepada banyak orang (sebanyak-banyaknya).

sma

  1. TENTUKAN 3 PRODI YANG PALING KITA INGINKAN.

Setelah kita semakin faham gambaran profesi idaman kita di masa depan, sekarang saatnya kita harus menentukan minimal 3 prodi yang memiliki keterkaitan dengan bakat, hobi, karakter, kekuatan kita, serta gambaran profesi impian di masa depan.

  1. SEBUTKAN 5-10 PERUSAHAAN YANG SIAP MEREKRUT KITA.

Langkah berikutnya: Agar semakin yakin terhadap 3 prodi idaman kita tadi, kita HARUS MAMPU MENYEBUTKAN 5 sd 10 perusahaan besar yang sudah menunggu kita untuk merekrut pada 4-5 tahun yang akan datang. Atau bisa saja, kita akan menjadi wirausahawan sukses setelah lulus kelak. Tips: Carilah info dan bertanya kepada banyak orang (sebanyak-banyaknya).

  1. Bayangkan diri kita 10 tahun lagi bekerja pada profesi dan perusahaan tersebut. Bayangkan diri kita 10 tahun lagi bekerja pada profesi tersebut, cocokan dengan perasaan dan panggilan hati kita. Kita harus betul-betul jujur pada diri sendiri. Cocok atau tidak? Suka atau tidak? Bila orang tua kita meragukannya, kita harus mampu menjelaskan dengan detil disertai dengan alasan yang logis dan sangat masuk akal. Tapi di sisi lain, kita juga harus mau mendengarkan masukan orang tua kita. Harus ada komunikasi dua arah, dan kesepakatan bersama. Harus diingat: Kita besar dan sukses karena doa, bimbingan dan kerja keras orang tua kita.
  2. MILIKI KEYAKINAN SEMUA PRODI MENAWARKAN JALUR KESUKSESAN. Yup, semua prodi menawarkan jalur kesuksesan, tergantung dari Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Kerja Ikhlas masing-masing orang. Jangan terlalu mendewa-dewakan beberapa prodi, dan jangan terlalu skeptis terhadap beberapa prodi. Bila seseorang mampu maksimal di bidangnya, maka hasilnya juga akan maksimal. Semua prodi juga memungkinkan kita menjadi wirausahawan sukses, tidak harus dari prodi-prodi yang berhubungan dengan ilmu Ekonomi.
  1. EVALUASI LANGKAH dan KEPUTUSAN KITA.

Pada langkah ini, kita disarankan untuk melakukan EVALUASI lagi agar langkah kedepan makin mantab. Untuk itu kita bisa kembali ke No. 1 atau No.2 atau No.3.

  1. BUAT URUTAN PRODI-PRODI YANG KITA MINATI.

Kemudian, kalau sudah mantab, urutkan ketiga prodi yang menjadi opsi pilihan mulai dari yang paling kita inginkan.

  1. PILIH KAMPUS/PERGURUAN TINGGI.

Tentukan sasaran prodi di kampus mana yang cocok dengan situasi kita (secara geografis, ekonomi, teknis, kondisi badan/kesehatan kita, dan sebagainya). Analisa tingkat persaingan masing-masing prodi yang menjadi opsi pilihan. Beberapa prodi favorit, tingkat persaingannya bisa mencapai 1:50 atau 1:100.

  1. GALI INFO SEBANYAK-BANYAKNYA DI WEBSITE.

Kunjungi website masing-masing prodi. Kita harus betul-betul yakin terhadap kampus yang kita tuju. Gali informasi sedalam-dalamnya mengenai:
a. Kurikulum dan alur mata kuliah tiap-tiap semesternya. Kalau memungkinkan, cek silabusnya untuk masing-masing mata kuliah.
b. Fasilitas Laboratorium dan pendukung lainnya.
c. Daftar prestasi mahasiswa dan berbagai kegiatan mahasiswa.
d. Tracer Study, lulusannya pada kerja di mana dan secepat apa terserap oleh dunia kerja
e. Daftar kerjasama (MoU) yang sudah dimiliki, baik dengan perusahaan Dalam Negeri dan Luar Negeri.
f. Program Magang di industri.
g. Program Pertukaran Mahasiswa Internasional, dengan negara mana saja.
h. Program Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.
i. Sertifikasi keahlian/skill yang akan didapatkan ketika lulus kelak, selain ijazah dan transkrip nilai.
j. List Beasiswa dan kemungkinan mendapatkannya.
k. Dan berbagai progam inovasi dan terobosan lainnya yang dilakukan prodi tersebut.

  1. PELAJARI SISTEM PMB (PENERIMAAN MAHASISWA BARU).

Ingat dan pertimbangkan: kita bisa diterima melalui Jalur Penelusuran Bibit Unggul (Tanpa Ujian Tulis) atau melalui Jalur Ujian Tulis. Masing-masing jalur ada strateginya. Pelajari aturan jumlah pilihan prodi pada PMB (Pendaftaran Mahasiswa Baru) di setiap kampus. Kita harus membuat strategi yang tepat disesuaikan dengan peraturan yang ada. Untuk aspek ini, tidak dibahas khusus pada artikel ini.

images

  1. EVALUASI LANGKAH dan KEPUTUSAN KITA, LALU ‘JUST DO IT’.

Pada langkah ini, kita disarankan untuk melakukan EVALUASI sekali lagi agar langkah kedepan makin mantab. Untuk itu kita bisa kembali ke No. 9, No.10 atau No.11. Jangan pernah ragu untuk mempertimbangkannya berkali-kali selama ada waktu. Misalnya, kita bisa merubah-rubah urutan prodi yang kita inginkan, atau mengganti dengan opsi prodi yang lain, ketika persaingannya dirasa terlalu tinggi dan sengit. Tapi pada saatnya kelak, jangan ragu membuat keputusan besar untuk hidup kita. Dan, yakinlah, itulah yang terbaik bagi masa depan kita.

Related Ilmu Teknik:
carger mekanisme

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *