Contoh program incremental CNC

Posted on

Contoh program incremental CNC. Pemrograman secara incremental adalah pemrograman dengan perhitungan yang didasarkan pada posisi nol berada, artinya gerakan tool berikutnya didasarkan pada posisi tool sebelumnya. Untuk lebih jelasnya lihat ilustrasi di bawah ini, serta cermati angka-angkanya.

program-incremental

 

Susunan Program untuk Finishing

tabel-program-untuk-finishing

Keterangan dari program di atas:

N 00: Mesin diperintahkan memutar spindle chuck searah jarum jam (M03).
N 01: Pahat diperintahkan maju lurus tidak menyayat(G00, X–850, Z0) dari S ke A.
N 02: Pahat diperintahkan menyayat lurus memanjang (G01, X0, Z–600, F 35) dari A ke B.
N 03: Pahat diperintahkan menyayat tirus (G01, X350, Z–1200, F 35) dari B ke C.
N 04: Pahat diperintahkan menyayat mundur lurus (G01, X300, Z0, F 35) dari C ke D.
N 05: Pahat diperintahkan menyayat lurus memanjang (G01, X0, Z1000, F35) dari D ke E.
N 06: Pahat diperintahkan menyayat mundur lurus (G01,X200, Z0, F35) dari E ke F.
N 07: Pahat diperintahkan gerak cepat tidak menyayat (G00, X0, Z2800) dari F kembali ke S.
N 08: Mesin diperintahkan untuk menghentikan putaran spindle utama (M05).
N 09: Mesin diperintahkan selesai (M30)

Pemrograman Inkremental

Pemrograman sistem inkremental titik referensinya [ titik nolnya ] selalu berpindah-pindah, dimana gerakan itu berhenti, disitulah titik referensi untuk menghitung jarak untuk pergerakan berikutnya [ Endpoint akan menjadi start point untuk start berikutnya ]

Lihat gambar diatas. Apabila sebuah endmill

S                       X0. Y0. Z0.

S –> A             X3. Y0. Z-15.

A –> B             X10. Y0. Z0.

B –> C             X 0. Y 8. Z0.

C –> D             X-10. Y0.  Z0.

D –> A             X 0. Y-8. Z0.

Fungsi G dan M

Fungsi G :

G00     : Gerakan cepat tanpa pemakanan / rapid [ gerakan mesin ]

G00 X ….Y ….Z ….

Gerakan ini tidak boleh dipergunakan untuk melakukan cutting / pemakanan terhadap benda kerja, sebab bisa menyebabkan pisau atau alat potong patah. Didalam pemrograman gerakan G00 ini harus diperhatikan dengan cermat agar gerakannya tidak menimbulkan tabrakan antara alat potong dan benda kerja atau alat bantu lainnya.

G01     : Gerakan pemakanan lurus

G01 X…. Y…. Z…. F …

Gerakan ini dipergunakan untuk pemakanan lurus. Kecepatan gerakan ini ditentukan oleh feedingnya.

O0008

N0010 G21 ;

N0020 G0 G17 G40 G49 G80 G90 ;

N0030 T1 M6 ;

N0040 G0 G90 G54 X-15. Y25. S5000 M3 ;             [ Titik S ]

N0050 G43 H1 Z30. ;

N0060 Z2. ;

N0070 G1 Z-5. F200. ;

N0080 X0. F1200. ;                                                    [ S –>  A ]

N0090 X35. ;                                                              [ A –> B ]

N0100 X50. Y10. ;                                                     [ B –> C ]

N0110 X80. Y40. ;                                                     [ C –> D ]

N0120 X100. ;                                                            [ D –> E ]

N0130 G0 Z30. ;

N0140 M5 ;

N0150 G91 G28 Z0. ;

N0160 G28 X0. Y0. ;

N0170 M30 ;

G02     : Gerakan melingkar searah jarum jam

G02 X …. Y …. Z …. R …. F … ;                    atau

G02 X …. Y …. Z …. I …. J …. K …. F … ;

Gerakan ini dipergunakan untuk pemakanan melingkar yang searah jarum jam. Kecepatan gerakan inipun ditentukan oleh feedingnya.

G03     : Gerakan melingkar berlawanan arah jarum jam

G03 X …. Y …. Z …. R …. F … ;                    atau

G03 X …. Y …. Z …. I …. J …. K …. F … ;

Gerakan ini dipergunakan untuk pemakanan melingkar yang berlawanan arah jarum jam. Seperti halnya G02, kecepatan gerakan inipun ditentukan oleh feedingnya.

Sedangkan masing-masing fungsi addres yang mengikuti gerakan G02/G03 ini adalah:

X,Y,Z  : Koordinat yang dituju

R          : Radius [ Jarak antara start point ke center poit ]

I           : Jarak antara start point menuju center point searah sumbu X secara Inkremental

J           : Jarak antara start point menuju center point searah sumbu Y secara Inkremental

K         : Jarak antara start point menuju center point searah sumbu Z secara Inkremental

F          : Feeding [ kecepatan pemakanan / asutan / penyayatan ]

Cara menentukan nilai I dan J :

– Jika center point berada disebelah kanan start point, maka         : I +

– Jika center point berada disebelah kiri start point, maka             : I –

– Jika center point berada disebelah atas start point, maka            : J+

– Jika center point berada disebelah bawah start point, maka        : J-

A         G03 X -3. Y 6. R 5.924

B          G03 X 2. Y 8. R 4.744

C         G03 X -9. Y -7. R 3.809

D         G02 X 2. Y -3. R 4.677

Atau

A         G03 X -3. Y 6. I -1.892 J 5.613

B          G03 X 2. Y 8. I -4.663 J 0.871

C         G03 X -9. Y -7. I -3.456 J -1.601

D         G02 X 2. Y -3. I -2.432 J 3.994

O0000

N100 G21

N102 G0 G17 G40 G49 G80 G90

N104 T1 M6

N106 G0 G90 G54 X-20. Y20.S5000 M3      [ Titik S ]

N108 G43 H1 Z20.

N110 Z2.

N112 G1 Z-3. F200.

N114 X0. F1200.                                            [ S –> A ]

N116 X30.                                                      [ A–> B ]

N118 G3 Y50. R15.                                        [ B –> C ]

N120 G2 Y80. R15.                                        [ C -> D ]

N122 G1 X60.                                                 [ D –> E ]

N124 G0 Z20.

N126 M5

N128 G91 G28 Z0.

N130 G28 X0. Y0.

N132 M30

G04     : Waktu diam sesaat [ dwell ]

G04 P…. ;

G04 X…. ;

Perintah ini dipergunakan agar tool tidak bergerak dalam waktu yang telah ditentukan. Pada proses drilling/ngebor perintah ini bisa ditambahkan agar kedalaman bor bisa tercapai sesuai ukuran dan dasar lubangnya halus. Begitu juga pada waktu proses grooving/bikin alur pada mesin bubut.

G17     : Bidang/daerah pergerakan melingkar untuk sumbu XY

G18     : Bidang/daerah pergerakan melingkar untuk sumbu XZ

G19     : Bidang/daerah pergerakan melingkar untuk sumbu YZ

G28     : Perintah kembali ke referensi point / kembali ke titik nol mesin

G28 Z0.  ;

G28 X0. Y0.  ;

G40     : Perintah pembatalan kompensasi radius

Apabila dalam membuat sebuah program tanpa mengaktifkan kompensasi radius,  maka program bekerja tanpa kompensasi radius dan berarti G40 aktif.

G41     : Perintah pengaktifan kompensasi radius kiri

Dalam sebuah program, bila G41 diaktifkan maka posisi mata potong pisau akan berjalan disebelah kiri garis benda kerja.

G42     : Perintah pengaktifan kompensasi radius kanan.

Bila G42 diaktifkan dalam sebuah program, maka posisi mata potong pisau akan berjalan di sebelah kanan garis benda kerja.

Dalam kompensasi radius perlu diperhatikan hal – hal sebagai berikut :

  • Harga tool offset normal = ½ X Ø tool [ radius ]
  • Jarak dari titik tengah tool ke garis benda sesuai dengan harga tool offset yang dipanggil.
  • Pemanggilan tool offset pada program biasanya dengan kode D… atau H… tergantung spesifikasi kontrol mesinnya.
  • Tool offset bisa digunakan untuk mengatur toleransi ukuran.
  • Harga tool offset = radius tool berarti penyayatan tepat pada garis benda.
  • Harga tool offset > radius tool berarti penyayatan diluar garis benda.
  • Harga tool offset < radius tool berarti penyayatan melewati garis benda.
  • Pada waktu mengaktifkan kompensasi radius tidak boleh pada waktu gerakan melingkar [ G02 / G03 ].  Begitu pula pada waktu pembatalan kompensasi radius.

Program dengan kompensasi radius kiri [ G41 ]

O0001

N100 G21

N102 G0 G17 G40 G49 G80 G90

N104 T1 M6

N106 G0 G90 G54 X8. Y10. S4000 M3

N108 G43 H1 Z30.

N110 Z2.

N112 G1 Z-5. F200.

N114 G41 D11 X-10. F1200.

N116 X-70.

N118 Y70.

N120 X-10.

N122 Y10.

N124 G40 Y-8.

N126 G0 Z30.

N128 M5

N130 G91 G28 Z0.

N132 G28 X0. Y0.

N134 M30

Program dengan radius kompensasi kanan [ G42 ]

O0002

N100 G21

N102 G0 G17 G40 G49 G80 G90

N104 T1 M6

N106 G0 G90 G54 X-10. Y-8. S4000 M3

N108 G43 H1 Z30.

N110 Z2.

N112 G1 Z-5. F200.

N114 G42 D11 Y10. F1200.

N116 Y70.

N118 X-70.

N120 Y10.

N122 X-10.

N124 G40 X8.

N126 G0 Z30.

N128 M5

N130 G91 G28 Z0.

N132 G28 X0. Y0.

N134 M30

Program tanpa kompensasi radius [ G40 ]

O0003

N100 G21

N102 G0 G17 G40 G49 G80 G90

N104 T1 M6

N106 G0 G90 G54 X14. Y4. S4000 M3

N108 G43 H1 Z30.

N110 Z2.

N112 G1 Z-5. F200.

N114 X-4. F1200.

N116 X-76.

N118 Y76.

N120 X-4.

N122 Y4.

N124 Y-14.

N126 G0 Z30.

N128 M5

N130 G91 G28 Z0.

N132 G28 X0. Y0.

N134 M30

G43     : Kompensasi panjang alat potong / pisau

G43 H…. ;

Perintah ini berfungsi untuk memanggil data panjangnya alat potong. Setiap tool mempunyai panjang yang berbeda – beda, sehingga jarak antara masing – masing tool terhadap permukaan benda kerja pun berbeda – beda. Data panjang masing – masing tool tersebut disimpan dalam memori mesin dengan nomer tertentu. Dalam pemanggilan data tool menggunakan addres H dan diikuti nomer dalam penyimpanan.

G49     : Pembatalan Kompensasi panjang alat potong / tool.

G54     : Pencatat koordinat titik nol benda kerja posisi 1

G55     : Pencatat koordinat titik nol benda kerja posisi 2

G56     : Pencatat koordinat titik nol benda kerja posisi 3

G57     : Pencatat koordinat titik nol benda kerja posisi 4

G58     : Pencatat koordinat titik nol benda kerja posisi 5

G59     : Pencatat koordinat titik nol benda kerja posisi 6

G73     : Siklus pengeboran dengan pemutusan tatal

G73 X …. Y …. Z …. P …. Q …. R …. F …. K ….

X,Y      : Posisi koordinat center lubang

Z          : Kedalaman lubang yang dituju

P          : Waktu berhenti sejenak pada dasar lubang

Q         : Kedalaman tiap pemakanan

R          : Posisi pada titik R [ posisi sebelum mulai mengebor ]

F          : Feeding [ Kecepatan pemakanan ]

K         : Jumlah pengulangan

G81     : Siklus pengeboran secara langsung

G81 X …. Y …. Z …. P …. R …. F …. K ….

G82     : Siklus pengeboran secara langsung

G82 X …. Y …. Z …. P …. R …. F …. K ….

X,Y      : Posisi koordinat center lubang

Z          : Kedalaman lubang yang dituju

P          : Waktu berhenti sejenak pada dasar lubang

R          : Posisi pada titik R [ posisi sebelum mulai mengebor ]

F          : Feeding [ Kecepatan pemakanan ]

K         : Jumlah pengulangan

G83   : Siklus pengeboran dengan penarikan kebidang awal [ penarikan sampai ke        titik R ]

G83 X …. Y …. Z …. P …. Q …. R …. F …. K ….

X,Y      : Posisi koordinat center lubang

Z          : Kedalaman lubang yang dituju

P          : Waktu berhenti sejenak pada dasar lubang

Q         : Kedalaman tiap pemakanan

R          : Posisi pada titik R [ posisi sebelum mulai mengebor ]

F          : Feeding [ Kecepatan pemakanan ]

K         : Jumlah pengulangan

G84     : Siklus pengetapan

G84 X …. Y …. Z …. R …. Q …. F …. K ….

X,Y      : Posisi koordinat center lubang

Z          : Kedalaman pengetapan

Q         : Kedalaman tiap pemakanan

R          : Posisi pada titik R [ posisi sebelum mulai mengetap ]

F          : Feeding [ Kecepatan pemakanan ]

K         : Jumlah pengulangan

Related Ilmu Teknik:
contoh program absolut cnc bubut,contoh program incremental cnc,contoh soal program cnc milling,contoh program cnc absolut,contoh program absolut dan inkremental,contoh program cnc bubut incremental,https://ilmuteknik com/teknik-komputer/contoh-program-incremental-cnc html/,contoh metode inkremental cnc,perhitungan tabel incremental dan absolut,contoh soal program cnc,contoh program metode inkremental,Program cnc metode incrimental,buatlah program CNC absolut dan inkremental,contoh program cnc bubut absolut,contoh program cnc absolut G01,contoh program cnc absolut dan incremental,contoh pemrograman inkrimental,contoh pemrogaman inkrimental,contoh pemotongan dengan metode absolut dan incremental,contoh gambar 3 titik hilang tentang otomotif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *