Konsep Elektronika Dasar dan Teorinya

Posted on

Konsep Elektronika Dasar – Elektronika adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang pengendalian dan penerapan gerakan partikel pembawa muatan atau elektron. Banyak orang beranggapan bahwa elektronika merupakan cabang ilmu listrik yang mempelajari arus lemah.

Definisi-definisi tersebut bisa didapatkan dari teori yang dikemukakan oleh beberapa ahli dalam bidang elektronika seperti H.C. Yohannes, E. Carol Young, J. Millman, Fitrzgerald, Higginbotham, dan Grabel. Orang-orang tersebut merupakan para ahli di bidang elektronika yang telah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk meneliti dan mempelajari elektronika.

Fitrzgerald, Higginbotham, dan Grabel mengemukakan bahwa elektronika merupakan cabang ilmu listrik yang bersangkutan atau berkaitan secara luas dengan alih informasi menggunakan tenaga elektromagnetik. Sedangkan J. Millman berpendapat bahwa elektronika merupakan ilmu dan teknologi tentang melintasnya partikel bermuatan listrik yang ada di dalam suatu gas, ruang hampa, atau suatu benda semikonduktor.

Pandangan tersebut sedikit berbeda dari E. Carol Young yang menjelaskan bahwa elektronika merupakan studi, perancangan, serta penggunaan piranti yang berdasar pada hantaran listrik dalam suatu ruang hampa, gas maupun, semikonduktor. Pernyataan tersebut diperkuat oleh pendapat H.C. Yohannes yang menyebutkan elektronika adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat dan pemakaian piranti yang asas kerjanya berupa aliran elektron dalam ruang hampa atau gas serta aliran elektron dalam semipenghantar.

Ruang lingkup elektronika sangat bermacam-macam, mulai dari elektronika dasar, elektronika analog, elektronika digital, elektronika daya, sampai dengan elektronika industri. Dan pada kesempatan kali ini saya akan memberi sedikit penjelasan mengenai apa itu elektronika dasar.

Pengertian Elektronika Dasar

Elektronika dasar adalah cabang ilmu elektronika yang fokus mempelajari tentang dasar dasar elektronika yang terdiri dari teori bahan dan komponen elektronika sederhana, sampai dengan hukum hukum elektronika dasar yang meliputi kirchof, hukum ohm, dan teori dasar elektronika lainnya.

Nah, itulah tadi sedikit informasi mengenai pengertian elektronika dasar. Semoga informasi tadi dapat memberikan manfaat sekaligus inspirasi bagi para pembaca setia.

Teori Dasar Elektronika

1. Teori Elektron dan Atom

Jika suatu benda atau zat baik itu padat, cair, atau gas, dibagi-bagi menjadi bagian yang paling kecil, dan bagian tersebut masih memiliki sifat asalnya, maka benda atau zat tersebut dinamakan molekul. Jika molekul tersebut terus dibagi-bagi menjadi bagian yang paling kecil sekali, sehingga bagian tersebut tidak memiliki sifat asalnya lagi, maka disebutlah atom.

Kata atom sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yang artinya tidak dapat dibagi-bagi lagi. Jadi atom dapat didefinisikan sebagai bagian yang terkecil dari molekul yang sudah tidak dapat dibagi-bagi lagi dengan reaksi kimia biasa. Sementara molekul adalah bagian terkecil dari suatu benda yang masih punya sifat asal.

Sebuah atom terdiri dari inti atom alias nukleus yang tersusun dari proton (positif) dan netron (netral), yang dikelilingi oleh elektron (negatif). Sebuah atom dikatakan netral bila memiliki muatan positif dan negatif dalam jumlah yang sama. Dalam teori atom dikenal istilah elektron bebas atau elektron valensi, yakni elektron yang berada di lintasan kulit atom paling luar.

Dalam hukum muatan listrik, jika ada muatan sejenis akan tolak menolak. Sedangkan jika ada muatan tak sejenis maka akan tarik menarik. Dalam teori perpindahan muatan listrik, ada tiga jenis bahan, yakni konduktor atau penghantar, semikonduktor atau setengah penghantar, dan isolator atau penghambat.

2. Teori Arus Listrik

Definisi arus listrik adalah muatan-muatan negatif atau elektron yang mengalir dari potensial rendah menuju ke potensial tinggi. Satuan arus listrik adalah Ampere. Dalam teori arus listrik, dikenal dua jenis sumber arus listrik, yakni sumber arus listrik searah atau DC dan sumber arus bolak-balik atau AC.

Sumber arus DC adalah listrik yang tidak berubah fasenya. Contohnya adalah baterai, solar sel, accumulator, dinamo dan adaptor. Sedangkan arus AC adalah arus listrik yang berubah-ubah fasenya setiap saat. Contohnya adalah generator, listrik PLN, dan inverter. Alat yang dapat digunakan untuk mengukur arus listrik adalah amperemeter.

Rumus Arus Listrik: I=Q/t

Dimana:

  • I = arus listrik dalam satuan ampere (A)
  • Q = muatan listrik dalam satuan columb (C)
  • t = waktu dalam satuan sekon (s)

3. Teori Tegangan Listrik

Pengertian tegangan listrik adalah energi atau tenaga yang menyebabkan muatan-muatan negatif atau elektron) mengalir dalam penghantar. Nilai satuan dari tegangan listrik adalah V ( Volt ). Alat yang digunakan untuk mengukur besar kecilnya tegangan listrik adalah voltmeter.

Rumus Tegangan Listrik: V=W/Q

Dimana:

  • V = tegangan listrik dalam satuan volt (V)
  • W = energi dalam satuan joule (J)
  • Q = muatan listrik dalam satuan columb (C)

4. Teori Resistor / Hambatan

Resistor merupakan komponen elektronika pasif yang berfungsi sebagai hambatan listrik. Satuan nilai resistor adalah Ohm. Alat yang digunakan untuk mengukur besarnya hambatan resistor adalah Ohmmeter. Teori yang erat kaitannya dengan resistor adalah teori George Simon Ohm dengan penelitian kolam air raksanya.

Jika dilihat dari bahannya, resistor memiliki 5 jenis, yakni resistor karbon, kompon, kawat gulung, serbuk besi, dan film logam. Sedangkan jika dilihat dari jenisnya, ada resistor tetap, resistor variabel, negative temperatur coefficient (NTC), positive temperatur coefficient ( PTC ), light dependent resistor ( LDR ), dan magnetic dependent resistor ( MDR ).

Nilai resistansi yang dimiliki sebuah resistor dapat dilihat dari gelang-gelang warna yang dimilikinya. Gelang pertama menyatakan angka pertama ( digit ke-1 ). Gelang kedua menyatakan angka kedua  ( digit ke-2 ). Gelang ketiga menyatakan banyaknya nol atau faktor pengali. Gelang keempat menyatakan toleransi.

Hukum yang membahas tentang resistor adalah hukum Ohm yang dikemukakan oleh George Simon Ohm. Hukum tersebut berbunyi, dalam suatu rangkaian tertutup, kuat arus listrik ( I ), berbanding lurus atau sebanding dengan tegangan listriknya ( V ), dan berbanding terbalik dengan hambatan listrik ( R ).

5. Teori Daya Listrik

Pengertian daya listrik adalah usaha listrik dalam suatu penghantar setiap sekon atau detik.

Rumus daya listrik adalah: P = W/t

Dimana:

  • P = daya listrik dalam satuan Watt (W)
  • W = usaha listrik dalam satuan Joule (J)
  • t = waktu dalam satuan sekon (s)

Baca Juga :

http://ilmuteknik.com/teknik-elektro/soal-pilihan-ganda-elektronika-dasar.html/

Related Ilmu Teknik:
kunci jawaban bab E karya elektronika praktis

One thought on “Konsep Elektronika Dasar dan Teorinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *