Belajar Rangkaian Elektronika

Posted on

Belajar Rangkaian Elektronika, banyak manfaatnya kita bisa memperbaiki perangkat elektronika di rumah. Sebenarnya ilmu elektronika tidak sulit dan mudah dipelajari kuncinya yaitu PRAKTEK untuk bisa, yang penting berani ACTION.

Persiapan Belajar Elektronika

Persiapan sebelum belajar elektronika apa saja, yaitu:

  1. Semangat ingin bisa dan niat
  2. Mengerti tentang kelistrikan, kalau listrik tidak bisa ┬ábagaimana? ya paling tidak anda paham apa itu tegangan,arus, positif, negatif, ground, satuan listrik (watt, ampere, volt, dan sebagainya). Kalau g ngerti juga? ya setidaknya anda sudah bisa colokin listrik atau pernah kesetrum….
  3. Perlengkapan untuk praktek seperti timah, solder, tang, kawat, komponen dan sebagainya.
  4. Tidak buta warna, lho kenapa? sebab nantinya dibutuhkan sekali untuk membedakan warna komponen satu dengan yang lainya baik kode warna atau fisik seperti resistor.
  5. Berani kesetrum….tak jarang nantinya anda akan kaget sebab salah pegang setrum
  6. Bisa bongkar pasang.. jangan bisa bongkar tapi tidak bisa pasang ya… serius!

Setelah segala kesiapan di atas anda sanggupi belajar rangkaian elektronika selanjutnya pengenalan komponen pada postingan sebelumnya sudah saya pernah ulas tentang macam komponen aktif dan komponen pasif.

Komponen Elektronika Pasif

Resistor, komponen yang paling sering dan banyak digunakan yang berfungsi menghambat laju tegangan, dibedakan nilainya dengan penomoran kode atau kode warna sebagai nilainya. Satuan international resistor disebut Ohm.

Kapasitor, selain resistor kapasitor juga sering digunakan, kapasitor ada jenis non polar dan bipolar (positif – negatif) atau disebut juga elco (electrolit condsator) bentuknya seperti tabung. Satuan international kapasitor disebut Farad.

Lilitan, coil atau lilitan adalah komponen yang sangat sederhana dan gambang dibuat atau dirusak. Namun, lilitan sangat vital fungsinya. Sebab lilitan inilah berbagai perangkat elektronik konsumen dan industri bisa beroperasi. Satuan international lilitan disebut Henry
Semoga pengetahuan tentang tiga komponen dasar di atas atau yang lebih dikenal komponen R-L-C bisa bermanfaat dari secuil komponen tersebut sangat luar biasa berubah menjadi perangkat elektronik.

Komponen Elektronika Aktif

Komponen aktif merupakan komponen elektronika yang memerlukan arus listrik untuk dapat bekerja. Dalam hal ini pada rangkaian elektronika, arus listrik yang dibutuhkan bisa arus AC ataupun DC. Disebut komponen aktif karena jika tidak dialiri arus listrik maka rangkaian elektronika yang menggunakan komponen aktif tidak akan bekerja. Berikut ini adalah jenis komponen aktif yang dipakai pada rangkaian elektronika.

Dioda

Dioda merupakan salah satu komponen aktif yang banyak digunakan sebagai penyearah arus AC menjadi DC. Ketika sebuah dioda difungsikan menjadi penyerarah tegangan AC menjadi DC, maka fungsi dioda akan aktif ketika dialiri sinyal AC. Maka dari itulah dioda disebut sebagai komponen aktif.

Selain digunakan sebagai penyearah tegangan AC menjadi DC, dioda juga memiliki banyak fungsi tergantung dari jenis dan tipe dioda tersebut. Penjelasan mengenai fungsi dioda secara detail ada dalam postingan tersendiri.

Transistor

Transistor adalah salah satu komponen aktif yang paling banyak digunakan pada rangkaian elektronika. Fungsi dan ragam dari transistor membuat komponen elektronika ini hampir ada di semua rangkaian elektronika. Diantaranya pada rangkaian amplifier, rangkaian power supply, rangkaian radio dan lain sebagainya.

Transistor disebut sebagai komponen aktif karena transistor harus dialiri tegangan dan arus tertentu pada ketiga elektrodanya, sehingga transistor dapat aktif.

Light Emitting Dioda

Sebenarnya Light Emitting Dioda (LED) adalah salah satu dari jenis dioda, namun dioda LED mempunyai karakter yang unik, yang mana dioda LED adalah satu-satunya jenis dioda yang dapat memancarkan cahaya. Dioda LED banyak digunakan pada rangkaian elektronika yang memerlukan cahaya seperti indikator-indikator.

Dioda LED disebut sebagai komponen aktif karena untuk dapat memancarkan cahaya, dioda LED memerlukan tegangan dan arus tertentu yang harus dialiri pada kedua elektrodanya.

Integrated Circuit

Sama seperti transistor, Integrated Circuit atau IC juga termasuk kedalam komponen aktif, karena komponen IC memerlukan arus listrik untuk dapat bekerja. IC merupakan komponen elektronika yang dibuat dari bahan semikonduktor. Didalam IC sudah terintegrasi dari puluhan bahkan ratusan transistor yang telah menjadi satu kesatuan. Sebuah IC akan menghasilkan karekteristik tertentu yang unik tergantung dari tipe dan jenis IC tersebut.

Tabung elektron (Tabung Hampa)

Sebelum ditemukan transistor, komponen aktif yang populer pada zamannya adalah tabung elektron, atau disebut juda tabung hampa atau tabung listrik. Tabung elektron disebut sebagai komponen aktif karena tabung elektron memerlukan tegangan untuk dapat bekerja. Salah satu perbedaan yang mencolok antara tabung dengan transistor adalah, tabung elektron memerlukan tegangan tinggi sebagai catuannya.

Catuan tegangan pada tabung elektron ada dua, yaitu sebuah filamen atau pemanas yang berfungsi membangkitkan emisi elektron. Filamen ini diberikan tegangan rendah. Sedangkan elektroda dari tabung elektron sendiri dialiri tegangan tinggi.

Related Ilmu Teknik:
soal pilihan ganda elektronika dasar beserta jawaban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *