Cara Merubah Gulungan Motor Induksi 3 Fasa

Posted on

Menanggapi banyaknya pertanyaan dari para sobat tentang merubah diamater kawat dan jumlah gulungan motor induksi 3 fasa dari tegangan 220 V menjadi tegangan 380 V yang tidak mungkin penulis jawab satu per satu oleh karena kesibukan dan keterbatasan waktu penulis, maka pada artikel kali ini penulis akan menjelaskan caranya. Harap disimak baik-baik agar para sobat bisa mengerti dan memahaminya.

Apabila pada nameplate motor induksi 3 fasa tertulis data seperti pada gambar 1 di bawah ini dan jika kita ingin mensuplai motor induksi 3 fasa tersebut dengan sumber tegangan 380 V, maka kumparan motor induksi 3 fasa tersebut harus kita sambung segitiga atau delta (Δ).

Gambar 1. Sambungan segitiga (delta connection)

Apabila pada nameplate motor induksi 3 fasa tertulis data seperti pada gambar 2 di bawah ini dan jika kita ingin mensuplai motor induksi 3 fasa tersebut dengan sumber tegangan 380 V, maka kumparan motor induksi 3 fasa tersebut harus kita sambung bintang atau star (Y).

Gambar 2. Sambungan bintang (star connection)

Tetapi apabila pada nameplate motor induksi 3 fasa tertulis data seperti pada gambar 3 di bawah ini dan jika kita ingin mensuplai motor induksi 3 fasa tersebut dengan sumber tegangan 380 V, maka cara yang dapat kita lakukan adalah :

Gambar 3. Data pada nameplate motor

  1. Kumparan motor induksi 3 fasa tersebut harus kita sambung segitiga atau delta (Δ) dengan menggunakan trafo stepdown 3 fasa sebagai penurun tegangan sumber 380 V menjadi 220 V, atau
  2. Kumparan motor induksi 3 fasa tersebut kita gulung ulang dengan mengubah ukuran diameter kawat atau tetap menggunakan ukuran diameter kawat yang sama dengan ukuran diameter kawat semula. Setelah ukuran diameter kawat telah diketahui langkah selanjutnya adalah menghitung jumlah kawat lilitan per fasa dengan rumus :

108 x Ef

Zf    =   ————————

4,44 x Φ x fp x fd x f

Dimana :

Zf = Jumlah lilitan per fasa dalam Lilit

Ef = Tegangan fasa (sumber) dalam Volt

Ф = Jumlah fluks per kutub dalam Weber

fp = Faktor langkah (untuk langkah kumparan tidak diperpendek = 1)

fd = Faktor distribusi sesuai jumlah alur per kutub (lihat tabel)

f = Frekuensi sumber listrik (standard indonesia f = 50 Hz).

Contoh :

Misalkan diketahui : Diameter lubang alur motor (D) = 8,9 cm, Panjang alur motor (L) = 8,8 cm, Kerapatan fluks pada udara bebas pe cm (B) = 5.400, Jumlah alur motor (G) = 24, Putaran motor per menit (n) = 1.410 rpm (dibulatkan 1.500 rpm).

Penyelesaian :

Jumlah kutub (P) = (f x 120) / n

= (50 x 120) / 1.500

= 6.000 / 1.500

= 4 buah

π . D. L . β

Total flux per kutub (Φ)   =   ————————-

P

3,14 x 8,9 x 8,8 x 5.400         1.327.993,92

(Φ)   =  ————————–   =  —————-

4                                    4

 

= 331.998,48 weber

Faktor distribusi (fd) = 0,966 (lihat tabel cara mendapatkan fd).

G                   24

Jumlah alur per kutub         =     ————   =   ——–   =  6 alur

P                    4

G                    24

Jumlah alur per kutub per fasa (M)       =   ———   =   ———–  =  2 sisi alur

P x 3               4 x 3

108 x 380

Jumlah lilitan per fasa (Zf)     =  ————————————–

4,44 x 331.998,48 x 1 x 0,966 x 50

108 x 380

=  ————–   =  533,72 lilitan

71.197.735

Jumlah lilitan 3 fasa         =  533,72  x  3  =  1.601,17 lilit

1.601,17

Jumlah lilitan per alur      =   ————  =  66,715 lilit

24

Toleransi (penambahan) 10% = 66,715 + (66,715 x 10%) = 73,39 lilitan

Dibulatkan menjadi 74 lilitan

Catatan :

  1. Cara untuk menentukan ukuran diameter kawat kumparan dapat dibaca pada buku “Menggulung Motor Listrik Arus Bolak-Balik (AC)”.
  2. Cara untuk mendapatkan faktor distribusi (fd) sesuai jumlah alur per kutub dapat dilihat pada tabel 4.2 dalam buku “Menggulung Motor Listrik Arus Bolak-Balik (AC)”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *