Resistor Sebagai Penghambat Aliran Listrik

Posted on

Resistor adalah unit dasar elektronik yang dipakai tuk penyekat arus yang bergerak dalam suatu rangkaian. Daya resistor sebagai penghambat aliran listrik bermacam macam tergantung dengan
angka resistensi resistornya. Resistor memiliki sifat resistif serta biasanya dibuat dari zat arang / karbonium. Satuan resistensi dari sebuah resistor adalah Ohm yang disimbolkan dengan lambang omega Ω.
resistor adalah

Biasanya bentuk resistor adalah layaknya sebuah tabung dangan kaki dibagian kiri dan kanannya. Dibagian badan komponen ini ada lingkaran-lingkaran yang menggambarkan sebuah cincin dengan
sejumlah kode warna agar dapat diketahui besaran resistansinya walau tidak menghitung secara langsung besar dengan ohm meter. Kode warna pada komponen resistor adalah standarisasi
manufaktur yang buat oleh Electronic Industries Association (EIA) sebagaimana tertera pada gambar dibawah ini:
simbol lambang resistor adalah

Dalam suatu rangakaian elektronika, lambang komponen resistor adalah huruf “R”. Jenis-jenis resistor berdasarkan perbedaan bahan yang biasanya ada di pasaran yakni: Resistor Metal Film; Carbon dan
Wirewound. Untuk jenis berdasar perbedaan pengubahan nilai resistansi yaitu: Trimpot dan Potensiometer. Selain dari jenis resistor-resistor tersebut, ada pula Resistor yang nilai resistensi yang dimilikinya akan berganti apabila mengenai sinar yaitu bernama Light Dependent Resistor (LDR). Kemudian ada yang nilai resistensi dimilikinya akan berubah sesuai dengan suhu yang ada disekitarnya, yaitu bernama Negative Thermal Resistance (NTC).
tabel kode warna resistor adalah

Bagi resistor dgn jenis metalfilm ataupun karbon, umumnya dipakai sejumlah kode warna untuk menunjukkan jumlah tahanan (resistansi) dr resistor tersebut. Sejumlah kode warna tersebut merupakan simbol dari nilai qualitas, angka perkalian dengan multifier / 10, nilai toleransi kesalahan, angka ke-1, dan angka ke-2. Sedangkan dari segi warnyanya, maka kode warna tersebut adalah Perak, Hitam, Emas, Coklat, Putih, Merah, Abu-abu, Orange, Ungu, Hijau, Kuning dan Biru. Angka 0
melambangkan warna hitam, angka 1 melambangkan warna coklat, angka 2 melambangkan warna merah, angka 3 melambangkan warna orange, angka 4 melambangkan warna kuning, angka 5 melambangkan warna hijau, angka 6 melambangkan warna biru, angka 7 melambangkan warna ungu, angka 8 melambangkan warna abu-abu dan angka 9 melambangkan warna putih. Warna perak dan emas umumnya dipakai buat memperlihatkan nilai toleransinya yaitu perak memiliki nilai toleransi 5%, sedangkan emas memiliki nilai toleransi 10%.

Ada satu metode untuk menghapal kode warna tersebut, yakni dengan cara menghafal singkatanya saja. Hi-tam, Co-klat, M-erah, O-range, K-uning, Hi-jau, Bi-ru, Vi-olet, A-bu abu, Pe-rak, P-utih => HiCoMOKHiBiViAPeP.